Postingan

Abu Yazid dan Pemabuk

Gambar
gambar ilustrasi Salah satu kebiasaan Imam Abu Yazid (804-874 M) adalah sering berjalan-jalan di sekitar pemakaman. Suatu malam ketika kembali, ia berpapasan dengan seorang bangsawan muda yang sedang memainkan barbath (semacam kecapi). Imam Abu Yazid secara refleks mengatakan: “La haula wa la quwwata illa billahi” sebagai bentuk memohon perlindungan Allah. Pemuda itu tengah mabuk dan memukul kepala Imam Abu Yazid dengan barbathnya, hingga barbathnya pecah. Kepala Imam Abu Yazid pun berdarah. Ia kembali ke tempatnya dan memanggil salah seorang temannya. Ia memberikan kepada temannya sebuah bungkusan yang dilipat rapi sembari mengatakan: Sampaikan maafku pada fulan dan berikan ini padanya serta sampaikan perkataanku ini: الدراهم ثمن بربطك الذي كسرته علي رأسي, والحلوي عوض الغصّة التي حصلت لك أوان الضرب “Uang dirham ini adalah kompensasi atas barbath tuan (semacam kecapi) yang hancur karena kepalaku, dan manisan ini untuk menghilangkan kesedihan tuan sebab (hancurnya barbath tuan...

Pesan-pesan Kemanusiaan dari Arafah

Gambar
Oleh KH Zakky Mubarak Pada tanggal sembilan Dzulhijjah, umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang melakukan ibadah haji berkumpul di Arafah. Di padang Arafah semua jamaah haji dari berbagai bangsa dan suku, dengan berbagai macam status sosial, para pemimpin dan rakyat jelata, semua menyatu dengan alam dalam naungan keagungan Ilahi. Dengan berpakaian sangat sederhana, tidak lagi terdapat perbedaan, semua sama, semua melepaskan atributnya masing-masing. Mereka menyatu sebagai hamba-hamba Allah yang asli alami, tidak berhias, tidak bermake-up, tidak membanggakan diri, mereka larut dalam alam yang amat bersahaja, larut dalam keagungan Maha Pencipta untuk memenuhi panggilan-Nya dengan ikhlas dan pasrah. Bagi umat Islam yang tidak melakukan ibadah haji, menyambut hari itu dengan puasa Arafah, puasa sunnah dalam rangka beribadah dan ikut prihatin terhadap saudara-saudaranya yang sedang melakukan wukuf di sana. Lebih empat belas abad yang lalu, di padang Arafah yang tandus itu, yang kini...

Ini Tanda-tanda Waliyullah Menurut Ibnu Athaillah

Setiap rasul mengandung sifat kerasulan, kenabian, dan kewalian. Hanya saja setelah Nabi Muhammad SAW, sifat kenabian dan kerasulan tertutup. Pintu terbuka hingga kini adalah kewalian. Sifat kewalian ini yang masih melekat pada beberapa orang di tengah-tengah kita. Kalau para nabi dan rasul bersifat makshum (terjaga dari maksiat), maka para wali Allah bersifat mahfuzh (selalu dalam bimbingan Allah baik dalam taat maupun dalam khilaf). Syekh Ibnu Athaillah mengatakan bahwa Allah menyatakan sebagian wali-Nya dan menyembunyikan sebagian lain di tengah masyarakat. Tetapi semua wali-Nya menjadi tanda bagi masyarakat atas kehadiran-Nya. قال رضي الله عنه سبحان من لم يجعل الدليل على أوليائه إلا من حيث الدليل عليه ولم يوصل إليهم إلا من أراد أن يوصله إليه Artinya, “Mahasuci Allah yang tidak menjadikan tanda bagi para wali-Nya selain tanda yang menunjukkan ada-Nya. Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.” Lalu bagaimana...

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Manusia tak pernah putus menerima aliran nikmat Allah dalam bentuk apapun baik material maupun nonmaterial yang disadari sebagai sebuah nikmat atau yang tak disadari. Kalau sudah begini, mereka harus menjaga adab kepada Allah dalam bentuk syukur. Ada juga sebagian orang yang tidak taat dan kufur sering tampak hidup makin membaik, segar bugar tanpa sakit, makin jauh dari kemiskinan, dan seterusnya. Tidak perlu heran karena di sinilah sebenarnya rahmat Allah untuk mereka. Sebenarnya ketika seseorang mendurhakai Allah sementara anugerah-Nya terus mengalir bahkan secara lahiriah bertambah banyak, ia patut waspada karena bisa jadi itu merupakan bagian dari istidraj dari Allah sebagai disinggung Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut. خف من وجود إحسانه إليك ودوام إساءتك معه أن يكون ذلك استدراجاً سنستدرجهم من حيث لا يعلمون Artinya, “Takutlah pada kebaikan Allah kepadamu di tengah keberlangsungan durhakamu terhadap-Nya karena itu bisa jadi sebuah tipudaya (istidraj) seperti firman-N...

Sikap Insanul Kamil Hadapi Pujian Manusia Menurut Ibnu Athaillah

Gambar
KEBERSAMAAN Pujian orang lain terhadap kita semacam permen, manis tapi bisa bikin sariawan. Pujian manusia bisa meruntuhkan atau meningkatkan martabat seseorang di sisi Allah. Tetapi pujian hanya menghasilkan rasa malu bagi mereka yang merasa tidak pantas menerima pujian tersebut. المؤمن إذا مدح استحى من الله أن يثنى عليه بوصف لا يشهد من نفسه Artinya, “Orang beriman itu ketika dipuji akan malu kepada Allah karena memujinya dengan sifat yang dia tak lihat pada dirinya.” Orang beriman memandang Allah dalam segala keadaan. Ia menanggap pujian orang lain itu ditujukan untuk Allah karena ia hanya hanya tempat penampakan sifat-sifat-Nya yang terpuji. المؤمن مظهر تجلى اسمه المؤمن وهو المصدق بجميع أنبياء الله وبما جاؤوا به من أنبيائه التى منها تحقيق وجوب الإيمان بها، وجب إيقان معيته تعالى مع كل شيء وإحاطته به علما وقدرة ونظرا، فإذا مدح بين يديه بما ليس فيه أو منه استحيى من أن يثنى عليه بوصف كائن فيه من الله لا يشهده من نفسه كما تقدم بيانه في الكلمة التي قبلها، وهو إما لشهوده منها ض...

Ini Perbedaan Istilah Jilbab dan Hijab dalam Syariat

Gambar
BEAUTIFULL Perkembangan fashion pakaian sangat beragam. Berbagai gaya pakaian didesain untuk menambah keelokan paras dan menambah pesona. Pilihan busana juga kian beragam, termasuk model kerudung penutup kepala. Dewasa ini, khususnya di Indonesia, mulai ada pembedaan istilah tentang penyebutan kerudung penutup kepala. Dua sebutan yang banyak disebut adalah hijab dan jilbab. Hijab biasa disebutkan untuk kerudung yang dihias dan dikenakan dengan variasi sedemikian rupa, sesuai selera dan kepantasan. Sedangkan jilbab, adalah kerudung pada umumnya, baik model praktis yang langsung dikenakan, kerudung paris yang jamak di kalangan ibu-ibu, sampai model terbaru yang disebut sebagai jilbab syar’i, yang panjang menjulur menutupi bagian dada, sampai menutupi bagian perut bahkan hingga lutut. Preferensi dan kepantasan berkerudung, tentu adalah pilihan. Namun patut diketahui, bagaimana kita mendudukkan istilah penutup kepala yang ada dalam Islam? Setidaknya masalah ini berkaitan erat den...

HOW DO I LIVE

How do I, Get through one night without you? If I had to live without you, What kind of life would that be? Oh, I need.... I need you in my arms, need you to hold, You're my world, my heart, my soul, If you ever leave, Baby you would take away everything good in my life, And tell me now How do I live without you? I want to know, How do I breathe without you? If you ever go, How do I ever, ever survive? How do I, how do I, oh how do I live? Without you, There'd be no sun in my sky, There would be no love in my life, There'd be no world left for me. And I, Baby I don't know what I would do, I'd be lost if I lost you, If you ever leave, Baby you would take away everything real in my life, And tell me now, How do I live without you? I want to know, How do I breathe without you? If you ever go, How do I ever, ever survive? How do I, how do I, oh how do I live? Please tell me baby, How do I go on? If you ever leave, Baby you would take a...